https://betwin188.online/

5 Kenyataan Yang Harus Kamu Hadapi di Usia 25 Tahun

Usia 25 memang berbeda. Di umur yang satu ini semesta seakan bekerjasama membentukmu jadi pribadi yang lebih dewasa. Keputusan-keputusan besar harus mulai diambil, tuntutan lebih bertanggung jawab pada tiap pilihan juga mulai muncul.

Dikutip betwin188 Orang bilang saat sudah menginjak usia 25 kamu tak akan lagi jadi orang yang sama. Ungkapan ini ada benarnya. Sebab, selepas memasuki usia 25 kita akan dihadapkan dengan banyak realita — yang kadang harus diterima saja. Tanpa banyak bertanya.

1. 25 tahun ternyata tidak selalu sepaket dengan keberhasilan. Hati yang lapang dan hati yang mau berdamai dengan keadaan amat kamu butuhkan
Saat masih berada di usia 20-an awal, usia 25 seakan jadi penanda pintu gerbang keberhasilan. Di usia ini kita sering berharap sudah bisa mendapatkan semua yang menjadi mimpi. Bekerja di perusahaan ternama dengan gaji tinggi, mendapatkan pasangan yang menenangkan hati, sampai membahagiakan orangtua yang berjasa selama ini.

Menjadi 25 tidak selalu sepaket dengan keberhasilan. Di usia seperempat abad ini bisa jadi kamu masih berjuang dalam pekerjaan yang gajinya tak sebanyak yang dibayangkan sebelumnya. Tinggal di kost sederhana sembari menyimpan keinginan menggebu untuk membahagiakan orangtua.

2. Di usia ini pertemanan mulai naik kelas. Ikatan yang bertahan adalah ikatan yang mampu menembus batas
Satu realita yang harus bisa diterima di umur satu ini adalah kenyataan bahwa kamu dan rekan-rekan seperjuangan sudah mulai menjalani hidup sendiri. Kalian tidak lagi bisa bertemu sesering dulu sebab kesibukan dan tanggung jawab sebagai orang dewasa mengakuisisi hari-harimu.

Tapi bukan berarti pertemanan berakhir. Hanya saja definisi perkawanan di usia ini mulai naik kelas. Ikatan pertemanan yang mampu bertahan adalah ikatan yang kuat menembus batas. Dihadapkan pada terbatasnya waktu, kesibukan masing-masing yang tak menentu, mereka yang tetap terhubung memang layak mendapat tempat khusus di hatimu.

3. Kesuksesan kini berubah jadi lebih sederhana. Ini bukan cuma soal uang saja. Tapi mendapatkan hidup yang benar-benar bahagia
Transfer gaji setiap tanggal 25 memang membuatmu merasa lebih berguna sebagai manusia. Bisa memenuhi kebutuhan sendiri menciptakan rasa bangga di hati. Tapi seiring berjalannya waktu, hidup bukan cuma soal itu. Ada hal-hal yang lebih penting diperjuangkan demi rasa tenang di hatimu.

Definisi sukses di usia ini mulai bertransformasi. Gaji tinggi, tunjangan yang memudahkan hidup tidak langsung menambal lubang kosong di hatimu. Kebahagiaan (ternyata) tidak selalu datang dari perhitungan matematis macam itu.

Perlahan kamu akan menyadari. Kesuksesan ternyata datang dari hal-hal yang lebih sederhana. Seperti punya cukup waktu untuk menyeimbangkan kesibukan kerja dan waktu bersama orangtua, membangun keluarga dengan pasangan yang punya visi masa depan serupa, atau sesederhana bisa naik gunung setiap kepenatan melanda.

4. Hedon seenaknya buatmu sudah lewat masanya. Menambah tabungan dan memutar penghasilan kini jadi fokus utama
Selepas memasuki usia 25, bekerja, berusaha memenuhi kebutuhan sendiri — mengeluarkan uang jadi tak sesederhana dulu lagi. Setiap pengeluaran terjadi, seakan ada kalkulator yang otomatis bekerja di kepalamu.

Bukan berarti kamu berubah jadi pribadi yang pelit. Hanya saja kini sebisa mungkin hidup harus dijalankan dengan lebih irit. Melihat kawan-kawan yang mulai berkeluarga, kamu pun mulai sadar bahwa beban finansial akan makin berat di depan sana. Menambah tabungan dan memutar penghasilan harus dilakukan agar bisa bertahan menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Di usia ini, beberapa darimu akan iseng-iseng mulai mencoba usaha. Berjualan di Bukalapak di waktu senggang, menjajal peruntungan dengan menjual barang yang sedang tren di kalangan teman-teman tidak ogah lagi dilakukan. Tidak ada lagi rasa rikuh mulai mencoba usaha, sebab kamu mengerti hidup harus diperjuangkan dengan upaya.

5. Ada rasa hormat yang muncul di hatimu pada mereka yang mau berusaha. Apapun upayanya, mereka jauh lebih terhormat dari yang tidak melakukan apa-apa
Semasa kuliah dulu sempat ada pikiran aneh terhadap mereka yang sibuk mencari uang tambahan di luar kewajiban sebagai mahasiswa. Mereka yang tanpa malu jualan pulsa, buka pre order hoodie, sampai menawarkan jasa bikin cupcake dengan frosting warna-warni.

“Apaan sih? Kenapa gak kuliah aja?”, begitu pikirmu saat itu. Baru setelah mengalami momen membuka mata di usia seperempat abad ini justru kamu ingin mengangkat topi. Mereka yang punya usaha sampingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *