https://828bet.club/

5 Hal Yang Akan Kamu Hadapi di Usia 25 Tahun

Dikutip 828bet Usia 25 memang berbeda. Di umur yang satu ini semesta seakan bekerjasama membentukmu jadi pribadi yang lebih dewasa. Keputusan-keputusan besar harus mulai diambil, tuntutan lebih bertanggung jawab pada tiap pilihan juga mulai muncul.
1. Di beberapa momen kamu akan mengikik geli. Semua masalah yang dihadapi saat kuliah tak ada apa-apanya jika dibandingkan tantanganmu saat ini
Saat pekerjaan sedang berat-beratnya, waktu usahamu di Bukalapak sedang mengalami momen penurunan penjualan, ketika dihadapkan pada kewajiban merawat orangtua yang sakit-sakitan — kamu akan menyadari betapa berat tanggung jawab jadi orang dewasa.

Malu rasanya jika ingat dulu timeline media sosialmu dipenuhi keluhan. Semua masalah yang dihadapi saat kuliah dulu ternyata tak ada apa-apanya. Kehidupan nyata lebih keras dari sekadar skripsi, lebih menantang dari killernya dosen pembimbing skripsi yang mesti kamu temui seminggu sekali.

2. Hubungan berjalan, cinta selesai, keputusan diambil. Semenyakitkan apapun rasanya hati — di umur ini kamu mengerti bahwa hidup hanya harus dijalani
Akan ada beberapa momen yang membuatmu enggan beranjak dari tempat tidur di pagi hari. Putus dari hubungan yang sudah bertahun-tahun dijalani, mengakhiri impian bersama yang selama ini dicanangkan tinggi — membuatmu merasa jadi pesakitan yang tak lagi puny ahati.

Tapi di usia ini pula, saat kewajiban sebagai orang dewasa sudah terpampang di depan mata, akan ada kekuatan yang memaksamu mengalahkan semua perasaan yang ada. Meski untuk sekian waktu menjalani hari seperti zombie, langkahmu tak akan berhenti. Di usia ini kamu mengerti bahwa hidup hanya harus dijalani.

8. Menikah dan berhenti pada seseorang memang terasa menjanjikan. Tapi kamu tidak HARUS menikah hanya karena merasa ketinggalan
Menikah, sempat dipahami oleh dirimu yang lalu sebagai safe haven yang bisa memberikan solusi bagi semua permasalahan. Seakan dengan menikah semua kegalauan menemui jalan keluar, tidak ada lagi masalah yang membuat dahi berkerut dan jantung berdebar.

Berhenti pada seseorang, menetap dan membangun masa depan bersama memang terasa menjanjikan. Tapi ini bukan keharusan. Toh pernikahan bukan lomba lari yang mengharuskan adu kecepatan. Jika memang belum siap dan belum menemukan seseorang yang klik tak perlu memaksakan diri. Masih ada kebahagiaan dan pemenuhan diri lain yang bisa dilakoni.

9. Mengikuti kata hati atau membahagiakan orangtua sebenarnya bukan pilihan. Jika diusahakan, keduanya bisa dicapai bersamaan
Berontak pada orangtua telah lewat masanya. Di usia ini emosimu sudah lebih stabil untuk mengerti, mereka hanya ingin kebaikan mendatangi sang buah hati. Jika dulu mengikuti kata hati atau membahagiakan orangtua rasanya tak mungkin dilakukan bersamaan, kini hal ini nampak bisa dijalankan.

Kompartemen dalam otakmu sudah mulai tak lagi terbagi dalam warna hitam putih. Kebahagiaan pribadi bisa tercapai dengan mengikuti kebahagiaan orangtua. Melihat wajah bangga mereka, mendengar betapa mereka puas atas pencapaianmu sebagai manusia .

Orangtua pun ternyata tak sekaku yang kita kira. Melihat kita mengikuti jalan yang paling menarik hati diam-diam mereka pun mengerti. Ini adalah hidup yang pada akhirnya berhak kita pilih sendiri.

10. Dalam hati kamu merasa sudah dewasa. Tapi anehnya di usia seperempat abad ini sesungguhnya kamu belum tahu apa-apa….
Pertanyaan soal passion, pekerjaan, kemapanan, serta misteri pendamping di masa depan tidak serta merta selesai setelah ulang tahun yang ke 25 datang. Dulu kamu berharap di usia ini seluruh kegalauan sudah ditemukan seluruh jawabannya. Tapi justru sebaliknya.

Ini baru awal dari perjalanan panjang di etape selanjutnya. Masih banyak yang harus diusahakan selepas 25, impian tak lunas dengan sendirinya walau umurmu sudah seperempat abad lamanya. Sesungguhnya kam belum tahu apa-apa…

Usia 25 memang berbeda, Namun di akhir hari, usia ini tidak semagis yang selama ini kamu kira. Masih banyak perjuangan yang harus dilanjutkan setelahnya. Banyak impian yang harus diperjuangkan sekuat yang dibisa. Dan kadang kamu harus menerima realita saja, tanpa banyak bertanya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *